Erysipelothrix rubra (SER) Detection Kit

Erysipelothrix rubra (SER) Detection Kit

 

Apa itu Erysipelothrix rubra?

Erysipelothrix rubra (sering juga dikenal sebagai Erysipelothrix rhusiopathiae) adalah bakteri penyebab penyakit erysipelas pada hewan, terutama ternak babi, serta dapat menyerang unggas dan beberapa hewan lainnya. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai gejala seperti:

  • demam tinggi,
  • lesi kulit berbentuk belah ketupat (diamond skin disease),
  • radang sendi,
  • gangguan jantung,
  • penurunan performa produksi,
  • hingga kematian pada kasus berat.

Karena gejalanya dapat bervariasi dan mirip dengan penyakit infeksi lain, deteksi laboratorium yang akurat menjadi sangat penting untuk memastikan diagnosis dan mencegah penyebaran penyakit di peternakan.

 

Apa itu Erysipelothrix rubra (SER) Detection Kit – Viuick?

Erysipelothrix rubra (SER) Detection Kit – Viuick adalah kit diagnostik molekuler yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan bakteri Erysipelothrix rubra secara cepat, sensitif, dan spesifik.

Kit ini umumnya berbasis PCR atau Real-Time PCR, yang memungkinkan deteksi bakteri berdasarkan materi genetiknya, sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat dibandingkan metode konvensional seperti pemeriksaan klinis atau kultur bakteri saja.

 

Fungsi dan Kegunaan SER Detection Kit

Erysipelothrix rubra (SER) Detection Kit – Viuick memiliki peran penting dalam manajemen kesehatan hewan, antara lain:

  1. Diagnosis Penyakit Erysipelas

Membantu memastikan keberadaan Erysipelothrix rubra pada hewan yang menunjukkan gejala klinis.

  1. Deteksi Dini Infeksi

Mendeteksi bakteri sejak tahap awal sebelum terjadi penyebaran luas di kandang.

  1. Monitoring Kesehatan Ternak

Digunakan dalam pemeriksaan rutin untuk menjaga status kesehatan ternak.

  1. Mendukung Program Biosekuriti

Hasil uji yang cepat membantu pengambilan keputusan terkait isolasi dan pengendalian penyakit.

  1. Surveilans dan Penelitian

Cocok digunakan oleh laboratorium veteriner, institusi pendidikan, dan lembaga riset kesehatan hewan.

 

Prinsip Kerja Erysipelothrix rubra Detection Kit

Secara umum, kit ini bekerja melalui tahapan berikut:

  1. Ekstraksi DNA bakteri dari sampel biologis,
  2. Amplifikasi gen target spesifik Erysipelothrix rubra menggunakan primer khusus,
  3. Analisis hasil PCR untuk menentukan status positif atau negatif.

Metode ini memberikan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, sehingga dapat diandalkan untuk diagnosis penyakit erysipelas.

Jenis Sampel yang Dapat Digunakan

Jenis sampel yang umum digunakan dalam pengujian Erysipelothrix rubra meliputi:

  • darah atau serum,
  • jaringan organ tertentu,
  • cairan biologis atau sampel lain sesuai protokol veteriner.

Pengambilan dan penanganan sampel harus dilakukan sesuai SOP laboratorium agar hasil pengujian tetap valid.

 

Keunggulan Erysipelothrix rubra (SER) Detection Kit – Viuick

Produk ini memiliki berbagai keunggulan utama, di antaranya:

  • Spesifik untuk Erysipelothrix rubra

Mengurangi risiko hasil positif palsu dari bakteri lain.

  • Sensitivitas Tinggi

Mampu mendeteksi bakteri meskipun jumlahnya masih rendah.

  • Cepat dan Efisien

Mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat di lapangan.

  • Cocok untuk Berbagai Kebutuhan

Ideal untuk laboratorium diagnostik, peternakan, dan institusi riset.

  • Mendukung Pencegahan Kerugian Ekonomi

Deteksi dini membantu mencegah penyebaran penyakit dan menekan kerugian produksi.

 

Tips Penyimpanan dan Penggunaan

Agar performa kit tetap optimal:

  • Simpan reagen sesuai suhu yang dianjurkan oleh pabrikan.
  • Hindari proses beku-cair berulang.
  • Gunakan kontrol positif dan negatif sesuai panduan.
  • Terapkan sistem kerja PCR yang terpisah untuk mencegah kontaminasi silang.

 

Kesimpulan

Erysipelothrix rubra (SER) Detection Kit – Viuick merupakan solusi diagnostik molekuler yang andal, sensitif, dan akurat untuk mendeteksi bakteri penyebab penyakit erysipelas pada ternak. Dengan kemampuan deteksi dini dan hasil yang terpercaya, kit ini membantu meningkatkan efektivitas pengendalian penyakit, menjaga kesehatan ternak, serta meminimalkan kerugian ekonomi di sektor peternakan.